Pembantu Vs Tuan Presiden; Siapa yang Benar?

Oktober 10, 2010 at 3:53 pm Tinggalkan komentar

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam konferensi persnya kepada wartawan menilai, bahwa curah hujan yang sangat tinggi selama satu Minggu terakhir di kota Wasior Papua Barat, mengakibat wilayah itu diterpa banjir bandang. Lalu benarkah pernyataan orang nomor satu di Indonesia itu?

Oleh : Heru Lianto.

Pembaca yang budiman,

Belum lama ini hujan deras yang turun sejak hari Minggu hingga Senin dini hari lalu membuat air sungai Angris dan sungai Akiot meluap dan menerjang kota Wasior, Papua Barat. Di mana aliran air yang sangat deras itu dengan seketika membawa batu dan merobohkan pohon-pohonbesar, serta mampu merusak apa saja yang dilaluinya.

Tak heran, akibat peristiwa yang mengenaskan ini setidaknya mengundang saudara-saudara kita tewas seketika bak perang dalam peperangan. Di mana jumlah korban yang meninggal hingga Minggu ini tercatat mencapai 148 orang, 103 orang belum ditemukan dan 185 orang yang terluka. (Lihat “Kota Wasior Makin Sepi,” Kompas, 10 Oktober 2010)

Sementara itu , jumlah warga kota Wasior Papua Barat yang mengungsi hingga saat ini tercatat mencapai 4.373 orang. Sebanyak 2.283 orang pengungsi berada di Kabupaten Teluk Wondama. Sedangkan di Manokwari berjumlah 1.859 orang pengungsi dan di Nabire tercatat 233 orang. (benar-benar mengenaskan)

Lalu, apa sebenarnya penyebab peristiwa banjir bandang di Wasior Papua Barat yang memakan ratusan korban jiwa itu?

Pembaca yang budiman,

Pembantu Presiden, dalam hal ini Menteri Kehutanan (Menhut), Zulkifli Hasan mengatakan, bahwa banjir bandang di Wasior Papua Barat terjadi akibat tingginya pembalakan liar di kawasan tersebut.

Zulkifli juga menegaskan peristiwa banjir bandang itu adalah dampak dari illegal logging yang berkebihan dan penebangan hutan yang tak terkendali. (Lihat,” Menhut: Banjir Wasior Akibat Pembalakan Liar,” vivanews.com, 10 Oktober 2010)

Perlu diketahui bersama, secara keseluruhan luas hutan Papua mencapai 42 juta hektar. Namun, akibat illegal logging kayu hutan papua diperkirakan hilang 600.000 meter kubik setiap bulannya. Selain itu juga diduga terjadi laju desporetasi mencapai 2,8 juta hektar dalam setiap tahunnya. Dan yang paling memuakkan, akibat illegal logging hutan di Papua, Negara dirugikan mencapai Rp. 600 M setiap bulannya, atau Rp 7,2 T dalam setiap tahun.

Namun, lagi-lagi Presiden SBY menepis pernyataan Menteri Kehutunan (Menhut) tersebut yang bertolak belakang dengan pernyataannya.

Kepada media, Presiden SBY menyatakan bahwa penyebab banjir bandang bukanlah akibat penebangan hutan. Namun, disebabkan tingginya intensitas hujan selama satu minggu terakhir di Wasior Papua Barat.

Selain itu juga, kata Presiden SBY, karena letak kota Wasior yang berada didataran rendah di bawah kaki gunung, sehingga mengakibatkan puluhan air sungai yang berada di sekitar Wasior Papua Barat meluap dan mengalir deras. Bahkan, deratan pohon di hutan Wasior pun tidak mampu menahan laju derasnya air tersebut. (lihat,” SBY: Bukan karena illegal logging,”bisnis.com, 9 Oktober 2010).

“Tidak ada kaitannya dengan pembalakkan liar atau pun illegal logging, yang disebut-sebut oleh beberapa kalangan. Apakah ada kaitannya dengan yang disebut kerusakan lingkungan, terang SBY dalam siaran pernya yang disiarkan langsung oleh media televisi swasta nasional belum lama.

Para pembaca yang budiman,

Dari tanggapan peristiwa banjir bandang di Wasior Papua Barat, yang dilontarkan oleh para penguasa di negeri tercinta ini, teryata sungguh mengejutkan kita semua, khususnya bagi penulis. Mengapa? Ya, karena sebetulnya bukan jawaban-jawaban itulah yang kita ingin dengarkan. Tetapi, seharusnya secara cepat Presiden SBY harus datang menjenguk para korban yang berjatuhan di Wasior Papua Barat. Dan tidak menunggu sampai Rabu (13/10/2010), sebagaimana yang disampaikan Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bidang penanggulangan bencana Andi Arief.

Lagi-lagi kita di sini kita bertanya: Apakah Tuan Presiden SBY lupa akan rakyatnya, di mana suara lebih dari 60 persen itu diraup pada pemilu kemarin, termasuk salah satunya masyarakat Papua yang yang berharap dipunggungnya.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Saya, Ariel PeterPan dan Video Mesum Itu Perjuangan Kebebasan Pers dari Belenggu Pemegang Modal dan Pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


SAVE PALESTINA


FREE PALESTINE | CONDEMN ISRAELI OCCUPATION


Oktober 2010
S S R K J S M
« Jun   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Top Rated

Blog Stats

  • 12,410 hits

Tuker Link

Link to us, we did link you back :

Kolom blog tutorial

Kolom blog tutorial

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Pembaca Blog-Ku

      

Heru Lianto       

Chatt With Me

                   

Save Gaza


%d blogger menyukai ini: