Simulasi Antiteror yang Gagal

Maret 14, 2010 at 6:02 pm Tinggalkan komentar

Teror bom di Hotel JW Marriott dan The Ritz-Carlton tak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga menebar fitnah di antara elit politik. Terbukti, saling tuding langsung muncul begitu bom meledak, ditandai dengan pernyataan Presiden SBY bahwa ada kemungkinan kasus itu berkaitan dengan hasil Pilpres 2009.

Ledakan itu terjadi sendiri sejauh ini telah menewaskan 9 orang dan melukai 55 lainnya. Ledakan di dua tempat yang dikenal sebagai tempat para bule berkumpul itu terjadi hampir bersamaan. Kejadian ledakan itu menunjukkan kepada dunia internasional, betapa pengamanan yang diberikan Polri dan tim security gedung masih sangat lemah.

Padahal kejadian itu bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya teror bom di hotel yang sama pernah terjadi di tahun 2003. Seharusnya ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk pengamanan gedung di Indonesia, termasuk di dua hotel yang berada di kawasan Mega Kuningan itu. Tak hanya perhotelan, pusat-pusat perbelanjaan juga rawan dari tindakan teror bom.

Kita masih ingat pada Desember 2008 ketika Presiden SBY menginstruksikan kepada seluruh jajaran Polri dan TNI melakukan simulasi antiteror. Simulasi itu ditujukan untuk mengasah dan mempertajam kesiapsiagaan aparat TNI-Polri dalam menanggulangi kemungkinan ancaman aksi terorisme.

Terlihat jelas di media televisi polisi antiteror bersenjata berat menyerbu sebuah hotel bintang lima di Jakarta, di mana orang-orang bersenjata dan bertopeng melancarkan serangan pura-pura, hampir serupa dengan serangan Mumbai. Sebuah helikopter militer pun terlihat terbang di atas sebuah hotel dan satuan polisi turun dengan tali di atap hotel itu untuk menyelamatkan para sandera.

Simulasi dengan anggaran mencapai Rp 2 miliar itu, menurut keterangan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Pudji Astuti, dilakukan serentak di lima jajaran Polda. Tidak hanya Polda Jatim, tapi juga bersamaan dengan simulasi antiteror di lingkup jajaran Polda Metro Jaya, Polda Jabar, Polda Jateng, Polda Bali, dan Polda Kepulauan Riau (Kepri). (Lihat “TNI-Polri Bebaskan Bandara Juanda dari Terorisme,” okezone.com, 21 Desember 2008)

Mengapa teror bom Marriott bisa terulang kembali, padahal antisipasi tersebut telah dilakukan Presiden SBY? Lalu, apakah simulasi antiteror yang menghambur-hamburkan uang rakyat hanya dimaksudkan sebagai sarana pencitraan SBY menjelang Pemilu 2009?

Kalau kita cermati bersama, inilah kesan pengamanan di negeri ini. Hanya memelekkan mata di awal saja, tapi sesudahnya mereka tidur pulas. Namun, setelah kejadian pemboman memakan korban jiwa, mereka saling tuding. Presiden SBY dalam jumpa persnya menggunakan sindiran dengan mengatakan bahwa ada di antara kita yang di waktu lalu melakukan kejahatan, membunuh, menghilangkan orang, dan para pelaku itu masih lolos dari jeratan hukum. Kali ini negara tidak boleh membiarkan mereka menjadi drakula dan penyebar maut di negeri kita.

Sungguh suatu statement yang sangat kekanak-kanakan. Sosok yang sangat diidolakan oleh khalayak ramai ternyata berkata tidak etis. Bukan membuat suasana tenang, tapi memperkeruh keadaan. Tak heran bila capres kubu lawan politiknya, Mega-Prabowo, manampik sindiran apa yang dikatakan SBY, bahwa itu tidak ada kaitannnya dengan Pilpres 2009. Begitu pula dengan capres Jusuf Kalla.

Presiden SBY seharusnya ingat bahwa teroris bisa datang kapan saja. Dan tidak hanya di negera Indonesia tercinta ini, melainkan di negara-negara lain pun mereka secara leluasa bisa berkeliaran. Terlebih, di tengah ketidakmampuan Polri dalam menangkap buronan teroris kelas kakap, Noordin M Top.

Seorang presiden memang adalah manusia biasa yang tak luput dari dosa, meskipun kekuasaan yang kini diraihnya. Namun alangkah bijaksananya bila ia memintah maaf, ketika ia melakukan sindirin terhadap lawan politiknya, yang jelas-jelas keliru.

Meminjam istilah cendekiawan: Kami berpikir, maka kami ada. Itulah mahasiswa

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Bom Kuningan, Moment Security untuk Profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


SAVE PALESTINA


FREE PALESTINE | CONDEMN ISRAELI OCCUPATION


Maret 2010
S S R K J S M
    Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Top Rated

Blog Stats

  • 12,410 hits

Tuker Link

Link to us, we did link you back :

Kolom blog tutorial

Kolom blog tutorial

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Pembaca Blog-Ku

      

Heru Lianto       

Chatt With Me

                   

Save Gaza


%d blogger menyukai ini: