Bom Kuningan, Moment Security untuk Profesional

Maret 14, 2010 at 6:04 pm Tinggalkan komentar

Akibat ledakan terjadi di Hotel Ritz Carlton dan Hotel JW Marriott Mega Kuningan Jakarta Selatan pada Jumat pagi tepatnya pukul 7.40 WIB dan 7.50 WIB, korban luka-luka ditaksir sebanyak 55 orang dengan korban tewas sebanyak sembilan orang.

Ledakan di dua tempat yang dikenal sebagai tempat para bule ini terjadi hampir bersamaan. Kejadian ledakan ini menunjukkan pengamanan tim security gedung masih sangat lemah dan pihak kepolisian kecolongan.

Demikian dikatakan Ketua Umum Jaringan Kerjasama Indonesia, M Ali Ahmad. Menurutnya teror bom yang pernah terjadi di JW Marriott tahun 2003 lalu seharusnya menjadi pelajaran berharga untuk pengamanan gedung di Indonesia untuk lebih diperketat, termasuk di dua hotel yang berada di kawasan Mega Kuningan itu. Tak hanya perhotelan, juga pusat-pusat perbelanjaan rawan dari tindakan teror bom.

Ali merasa heran mengapa peristiwa serupa bisa terulang kembali. Ali menangkap kesan pengamanan gedung pasca bom JW Marriott oleh kelompok Noordin M. Top hanya semangat di awal saja tapi sesudahnya mereka teledor.

“Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi aparat kepolisian, terutama tim security gedung agar tidak kecolongan lagi,” kata Ali.

Bagaimana pun juga, peran security di sebuah kawasan industri menjadi fital keberadaannya. Kejadian  seperti ini seharusnya bisa diantisipasi dengan memperketat siapa saja yang keluar masuk gedung.

Menurut Ali, ke depan personil security yang bertugas di wilayah pusat industri harus benar-benar telah mendapatkan sertifikat dari kepolisian. Mereka harus sudah terlatih dan memahami seluk beluk dunia pengamanan secara baik dan profesional.

”Polri hendaknya harus meningkatkan lagi perannya dalam membina Pamswakarsa dalam hal ini security di wilayah kawasan indstri, sebab security-lah yang menjadi ujung tombak dari keamanan di lingkungannya, bukan polisi karena tim security yang setiap hari berada di lokasi,” tegasnya.

Bagi Ali, moment ledakan bom di dua hotel ini harus menjadi langkah awal Polri melihat kembali materi-materi yang diajarkan dalam pendidikan dasar security sebab security saat ini tantangannya semakin berat. Perkembangan teknologi menuntut security bisa mengantisipasi secara canggih pula.

”Profesioanlisme security menjadi harga mati dalam setiap bertugas, terutama di wilayah kawasan industri sebab jika tidak, maka kerugian material maupun non material akan semakin besar. Oleh karena itu pengadaan security bukan lagi menjadi beban tapi menjadi investasi ke depan,” papar Ali.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Simulasi Antiteror yang Gagal Bir Pletok Yang Saya Kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


SAVE PALESTINA


FREE PALESTINE | CONDEMN ISRAELI OCCUPATION


Maret 2010
S S R K J S M
    Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Top Rated

Blog Stats

  • 12,410 hits

Tuker Link

Link to us, we did link you back :

Kolom blog tutorial

Kolom blog tutorial

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Pembaca Blog-Ku

      

Heru Lianto       

Chatt With Me

                   

Save Gaza


%d blogger menyukai ini: