AMSI : Organisasi yang Memperjuangkan Security

Maret 14, 2010 at 6:21 pm 18 komentar

Menurut ketua AMSI, Azis Said, sebenarnya pendidikan security di Indonesia telah dilakukan sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang benar, dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand, yang hanya memberikan pendidikan security tiga hari lamanya.

Oleh: Heru Lianto

Satuan pengamanan adalah mitra Polri yang mengemban fungsi kepolisian sesuai UU Kepolisian No 2 Tahun 2002. Tanggung jawab security sangat besar di bandingkan dengan pekerjaan lainnya. Tugas security adalah menjaga ketertiban, memberikan keamanan dan kenyamanan serta pelayanan kepada karyawan, tamu dan masyarakat di lingkungan kerjanya.

Akan tetapi, Profesi security selama ini dianggap sebagai pekerjaan yang kurang diminati oleh para pencari kerja. Security dipandang sebelah mata oleh sebagian kalangan masyarakat. Citra security di masyarakat sebagai pekerjaan rendahan, pekerjaan yang tidak memiliki jenjang karir.

Oleh karena itu, Asosiasi Manager Security Indonesia (AMSI) yang dideklarasikan pada tanggal 9 Juli 2001 di Hotel Kartika Chandra Jakarta, oleh para Manager Security Perusahan terus memperjuangkan upaya-upayanya guna menciptakan profesi security menuju ke arah yang lebih profesional dan terus senantiasa berperan aktif dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di lingkungan kerjanya.

Sebagai elemen penting dalam sebuah industri, peran yang strategis dalam pengembangan security di Indonesia, AMSI memiliki peran dalam pengembangan Security di Indonesia. Untuk itu, AMSI terus melakukan langkah dalam mempromosikan ke perusahaan-perusahaan agar securitinya diwajibkan mengikuti Basic Training Gada Pratama. Serta memberikan masukan kepada Mabes Polri guna merubah beberapa peraturan tentang security maupun perubahan kurikulum pendidikan security.

AMSI yang dikukuhkan dengan SKEP KAPOLRI No. 500/VI/2002 tertanggal 28 Juni 2002, selalu membantu Mabes Polri dalam mengawasi pelaksanaan peraturan security di lapangan. Menjalin hubungan baik dengan pemangku kepentingan bidang security baik ditingkat lokal maupun regional, seperti Polri, TNI, Media, DPR, dan Depnaker, sedangkan regional dengan Asean Professional Security Association (APSA), serta mengadakan benchmarking keluar negeri agar kita tahu kemajuan atau kebaikan security negara lain.

Selain itu, AMSI juga sedang menjalin kerjasama dengan Kajian Ilmu Kepolisian UI dan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) untuk merencanakan pendidikan dasar yang bersifat formal dan terakreditasi untuk para manajer security, yang di Indonesia pada umumnya tidak punya background pendidikan security.

Menurut ketua AMSI, Azis Said, sebenarnya pendidikan security di Indonesia telah dilakukan sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang benar, dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand, yang hanya memberikan pendidikan security tiga hari lamanya.

“Di Indonesia itu pendidikan security selama satu bulan, dan ini juga lebih baik dibandingkan dengan negara Filiphina yang setengah bulan pendidikan, namun di Filipina, orang tidak bisa menjadi security kalau tidak memiliki sertifikat dari Kepolisian Filipina,” ujarnya kepada Indutrial Security Magazine.

Akan tetapi sangat disayangkan, banyaknya Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang berdiri sekarang ini kurang mematuhi peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh Polri, terutama seragam yang dikenakan oleh para security ketika dalam menjalankan tugasnya. Padahal aturan-aturan tersebut telah termaktub dalam ketentuan Perkap No 24/2007, tentang Sistem Manajeman Pengamanan.

Oleh karena itu, AMSI terus mendesak kepada Polri untuk orang-orang yang tidak training di security perumahan, security orang kaya diberi label adalah Pamling, yakni pengamanan maling. Dan tidak perlu dibekali dengan KTA dari Polda, kalau perlu tidak ada KTA sama sekali.

”Kalau ini dijalankan oleh Polri kepada seluruh BUJP yang menurut data AMSI ada sekitar 670-an, maka semakin jelas porsi profesi security di Indonesia ini ” tegasnya berharap.

Sekarang ini AMSI memiliki jumlah 18 organisasi yang berada di daerah, dan akan terus menyusun program-program kedepan AMSI. Salah satu diantaranya adalah membuat training basic para manager, dengan Kepolisian lembaga PTIK , merancang Sertifikasi Profesi Security, baik Security Guard, Supervisor maupun Manager.

Selain itu AMSI juga akan membuat AWARD untuk executive perusahaan yang memiliki komitmen besar terhadap bidang security, karena bagaimana pun juga maju tidaknya security di perusahan sangat tergantung pada komitmen pimpinan perusahaan tersebut

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Polri Harus Hargai Hak Sekuriti Muslimin Akib : Meniti Karir Dari Nol

18 Komentar Add your own

  • 1. juli  |  Juli 28, 2010 pukul 1:48 am

    bagaimana untuk mendapatkan keanggotaan amsi siapa dan dimana, kami dari salah satu BUJP ingin mendapatkanya?

    Balas
  • 2. iwan  |  September 27, 2010 pukul 12:09 am

    DI KALBAR AMSI udah berdiri ataw belum???

    Balas
  • 3. erwin  |  September 27, 2010 pukul 12:18 am

    gimana klo gaji satpam yg sudah mengikuti diksar di samakan dengan gaji clening servis yg tidak ada dasar pendidikan??
    sedang resiko jauh berbeda???

    Balas
  • 4. eddy budianto  |  September 27, 2010 pukul 4:25 am

    AMSI di daerah belum terasa eksistensinya, saya salah satu anggota berdomisili di Cimahi, siap membangun jaringan AMSI di sekitar cimahi. bagaimana posedurnya ???

    Balas
  • 5. Ricky  |  Oktober 17, 2010 pukul 2:46 am

    saya tertarik dengan Asosiasi AMSI dan berkeinginan untuk menjadi anggotanya, bagaimana caranya untuk menjadi anggota dan tolong info lebih lanjut. terima kasih.

    Balas
  • 6. rendi eka putra  |  September 20, 2011 pukul 10:40 am

    bagaimana dengan security system it di indonesia mungkin sangat di anak tirikan ?

    Balas
  • 7. eriel  |  Maret 5, 2012 pukul 5:11 am

    Kinerja BPD AMSI Kepri kurang produktif?

    Balas
  • 8. muslim  |  April 10, 2012 pukul 8:43 pm

    bagaimana dg di lampung?apakah ada perwakilannya?

    Balas
  • 9. rfgn -cgfhnsrt  |  Agustus 12, 2012 pukul 10:04 am

    Boleh juga tuh AMSI, coba klu jadi satpam yg sebenernya, nangis. yg dibahas hanya manajemen kinerja tp ga ada bahasan satpam gajih nya harus gede.

    Balas
  • 10. jamaludin hamid  |  November 18, 2013 pukul 7:00 pm

    saya mau ikut pendidikan satpam atas nama pribadi bkn perusahaan, bs atw tdk

    Balas
    • 11. Rengga  |  April 3, 2016 pukul 9:05 pm

      Bisa dari umum pak… langsung aja datang ke polda setempat bagian bimas

      Balas
  • 12. Dhayax's  |  Januari 5, 2014 pukul 1:17 am

    mencari keadilan, management dari PT. Bravo Humanika Perkasa tidak membayarkan uang sisa gaji terakhir kami karena habis kontrak di project y tersebut dengan alasan project tersebut belum membayarkan tagihan terakhir kepada pihak PT. Bravo Humanika Perkasa, padahal menurut saya yg bodoh kok kenapa kita sebagai anggota yg harus menanggung resiko itu, padahal ketika mereka untung mereka tidak pernah membagikan keuntungan tersebut, kami harus mengadukan hal ini kemana? kejadian ini sudah berjalan 10 bln masih menunggu sampai sekarang……

    Balas
  • 13. Marco Mario Simauw  |  Maret 22, 2014 pukul 7:21 am

    Mohon informasi bagaimana caranya menjadi anggota AMSI?

    Balas
  • 14. perdanaadrian  |  April 11, 2015 pukul 7:05 am

    mohon ijin dan .,.,,.,pt sur yg berada di cikarang tuk security gaji di bawah setandar 2015 hanya menerima 1800000 bpjs tidak dapat,cuti tahunan tidak dapat mohon keadilanya komandan .kasian temen saya dah da yg 5 th ga sejahtra dalm bidang security

    Balas
  • 15. perdanaadrian  |  April 11, 2015 pukul 8:47 am

    saya mau jadi anggota amsi bagai mana caranya

    Balas
  • 16. Rumadi  |  Maret 27, 2016 pukul 3:44 pm

    Security adalah garis terdepan dari perusahaan2 swasta, nyawa sudah pasti taruhannya, tapi apakah selama ini sudah di pikirkan kesejahteraan nya? Upahnya masih standard umk dan masih banyak lg, terutama security dari yayasan pengamanan.

    Balas
  • 17. Rengga  |  April 3, 2016 pukul 8:13 pm

    Jgn hanya menuntut kinerja dan loyalitas satpam aja.. masalah gaji dan tunjang serta lembur satpam di perusahaan outsourching harus diperhatikan, terkadang perusahaan outsourching tidak memberikan gaji yg layak.. jadi bagaimana ada kinerja yg baik dan loyalitas sedangkan royalitas dari perusahaan nihil..

    Balas
  • 18. eko setiawan  |  November 2, 2016 pukul 11:19 pm

    amsi ?????? apakah memang ada koq sy tidak pernah tau kabar atau berita beritanya ya di indonesia apalagi di jakarta, program dan tujuanya apa ya ? klo benar ada coba di ekspos di media apa benar ada.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


SAVE PALESTINA


FREE PALESTINE | CONDEMN ISRAELI OCCUPATION


Maret 2010
S S R K J S M
    Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Top Rated

Blog Stats

  • 12,410 hits

Tuker Link

Link to us, we did link you back :

Kolom blog tutorial

Kolom blog tutorial

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Pembaca Blog-Ku

      

Heru Lianto       

Chatt With Me

                   

Save Gaza


%d blogger menyukai ini: